Sebagian Aceh Utara Terendam

Posted: October 9, 2011 in Books

091011foto.10_.jpg

LHOKSUKON – Sebagian wilayah di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, terendam setelah diguyur hujan deras pada, Sabtu (8/10). Bahkan, di kawasan pedalaman, hujan lebat yang berlangsung selama dua jam (pukul 14.00-16.00 WIB), menyebabkan puluhan hektare padi siap panen ikut dibawa arus banjir.

Pantauan Serambi, beberapa kawasan yang terendam banjir dan sempat membuat warga khawatir adalah, Simpang Keuramat (Kota Lhokseumawe), serta Kecamatan Tanah Jambo Aye dan Kuta Makmur (Aceh Utara).

Mahdar, warga Simpang Keuramat mengatakan, air yang menggenangi kawasan pemukiman warga mengalir deras dari perbukitan, sekitar satu jam setelah kawasan itu diguyur hujan lebat. Saat air turun dari perbukitan, kata Mahdar, sempat khawatir akan terjadi banjir bandang. “Alhamdulillah, setelah dua jam, hujan reda. Saat hujan masih mengguyur, ketinggian air di rumah-rumah warga mencapai selutut orang dewasa,” ujarnya.

Hujan lebat dilaporkan juga mengguyur daerah Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. Meski tidak ada laporan banjir, namun hujan deras itu membuat gabah yang baru saja dipanen terendam dan harus dijemur.

Di Kecamatan Makmur, hujan deras membuat puluhan rumah warga di Desa Lhok Jok terendam banjir. Tak hanya itu puluhan hektare padi yang baru siap dipanen ikut dibawa derasnya arus banjir, sehingga warga mengalami kerugian yang ditaksir seratusan juta lebih.

“Kemarin (Jumat-red) kawasan kami juga diguyur hujan meski tak lebat. Sehingga ketika hujan siang tadi (kemarin-red), air langsung meluap dari Krueng Lhok Jok ke pemukiman warga dan ke sawah. Apalagi jarak rumah warga dengan pinggir sungai hanya sekitar 20 meter lebih,” kata Keuchik Lhok Jok Iskalani kepada Serambi kemarin.

Disebutkannya, kondisi ini sudah berulangkali terjadi setiap kali hujan deras, karena belum dibangun tanggul. Diprediksi ketinggian air akan semakin tinggi karena air kawasan Krueng Ujang juga mengalir ke dalam sungai Lhok Jok. “Diprediksi hasil panen kali ini akan berkurang drastis, karena sebagian besar padi yang baru siap panen ikut dibawa banjir,” katanya.

Dirincikan rumah warga yang terendam di Dusun Blang Jruen yaitu Idris, M Rani, Muslem, Jaidin, Razali, Iskalani, Sofyan, M Kasem, Rukiah,  M Nasir, Idris Jalil, juga sejumlah rumah warga lan di dusun tersebut. ”Dusun Blang Jruen sangat rawan banjir karena topografinya lebih rendah dari dusun yang lain. Selain itu rumah warga juga dekat dengan sungai,” katanya.

 

***

Serambi Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s