Tari Saman di Tengah Kepungan Banjir Thailand

Posted: October 16, 2011 in Books

161011foto.18_.jpgOleh Romi Satria, mahasiswa master jurusan transportation engineering, Asian Institute of Technology, Thailand, melaporkan dari Thailand

ASIAN Institute of Technology adalah salah satu international university di Thailand. Lembaga pendidikan berkelas dunia ini berada di Pathumthani, 45 menit waktu tempuh dari Bangkok dengan menggunakan bus atau kendaraan sejenis. Ada lebih 30 negara yang mengirimkan mahasiswanya untuk dididik di universitas ini.

Setiap tahunnya universitas ini menyelenggarakan even welcome show yang diikuti semua negara yang warganya belajar di sini. Welcome show adalah sebuah even perlombaan budaya sesuai dengan latar belakang negara masing-masing.

Tahun ini, meskipun Thailand sedang dikepung banjir, agenda tahunan itu tetap dilaksanakan. Tahun ini Indonesia menampilkan tarian saman dari Aceh dengan mengandalkan mahasiswa penerima beasiswa Pemerintah Aceh yang berjumlah enam orang, yaitu Romi Satria, Muhammad Diah, Sugiarto, Siska Mellisa, Rahmawati, dan Aulia Rahma.

Keenam mahasiswa asal Aceh tersebut diwajibkan untuk mengajarkan tari saman kepada mahasiswa asal Indonesia lainnya, dengan waktu yang hanya kurang dari sebulan.

Welcome Show 2011 dibuka 14 Oktober 2011 oleh President Asian Institute of Technology, Prof Said Irandous. Indonesia mendapat giliran kedua tampil dengan tari andalannya, saman. Saingannya tak bisa dianggap enteng, seperti dari India, Nepal, Myanmar, Srilanka, dan banyak negara lainnya. Semua berlomba menjadi yang terbaik, demi bangsa dan negara masing-masing.

Setelah semua peserta unjuk kebolehan, dewan juri pun tampil mengumumkan sang juara. Sungguh suatu kebahagian tak terkira manakala tari saman dinobatkan sebagai juara I pada Welcome Show 2011. Tepuk tangan dan suasana haru tak terbendung.

Secara general putra-putri Indonesia yang sedang menuntut ilmi di Asian Institute of Technology telah berhasil mengharumkan nama Indonesia, dan secara khusus telah ikut memperkenalkan kepada dunia luar tentang bagaimana atraktif dan heroiknya tari saman asal Aceh. Bahkan, setelah acara usai, komentar dan apresiasi untuk tari saman tak juga berhenti.(*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s